Senin, 04 Agustus 2008

3 Tahun G-8

Seruan Nasional

Respon Pertemuan G – 8 di Hokkaido Jepang & Kampanye Pembatalan Kenaikan Harga BBM dan Turunkan Harga-Harga Kebutuhan Pokok


Referensi : Ridwan Lukman (Sekjend PP FMN)

Kepada : Badan Pimpinan dan Anggota FMN

Terbit : 2 Juli 2008

Lampiran : Brosur Propaganda dan Petunjuk Kerja


Salam Demokrasi!

Kawan-kawan yang tetap setia dalam garis perjuangan demokratis nasional serta tetap giat berupaya untuk mempertinggi teori dan memperhebat praktek. Sebelumnya, seruan ini mungkin akan menambah beberapa pekerjaan penting lainnya yang tengah kita siapkan dalam menyongsong Rapat Pleno V DPP FMN serta aktivitas lainnya. Tetapi kenapa seruan ini kami keluarkan, karena ini terkait dengan garis politik kita dan bagaimana tetap mengobarkan perjuangan massa kita menentang rejim SBY-Kalla yang menjadi boneka imperialis AS terkait persoalan yang mengemuka yaitu kenaikan harga BBM dan harga-harga kebutuhan pokok rakyat.

Pada 7-9 Juli 2008, akan diadakan pertemuan G-8 ke 34 di Hokkaido Jepang yang akan membicarkan dua agenda pokok yaitu krisis pangan dan krisis energi dunia. Arahannya adalah mendorong liberalisasi ke dua sektor vital tersebut. Agenda yang dibahas tersebut sangat terkait dengan situasi dalam negeri terkait kenaikan harga BBM dan harga kebutuhan pokok rakyat. Presiden SBY sendiri akan hadir dalam pertemuan tersebut yang juga akan melibatkan negara plus G-8 yaitu China, India dan Korea Selatan. Selain itu, respon G-8 juga akan dilakukan sekutu internasional kita baik ILPS ataupun ASA. (lebih lengkap baca brosur propaganda yang diterbitkan bersama seruan ini)

Pimpinan Pusat FMN kembali mengeluarkan seruan nasional untuk melakukan respon politik dengan melakukan aktivitas propaganda massa dan aksi massa. Adapun aksi ini meliputi aksi piket pada tanggal 7 Juli 2008 di 5 kota (Medan, Jakarta, Surabaya, Denpasar & Makassar) dengan sasaran utama Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang dan Aksi Nasional Multisektoral di seluruh kota di pusat-pusat pemerintahan setempat (Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota) pada 10 Juli 2008 dengan tuntutan utama pembatalan kenaikan harga BBM & turunkan harga-harga kebutuhan pokok rakyat dan mengecam hasil pertemuan G-8..




1 komentar:

SASAK mengatakan...

kapan pemerintah ini berhenti menjadi rezim ya.....

© 2008 *FMN LOTIMª*